My Blog List

Tuesday, March 15, 2011

selamat dengan bermeditasi

Seorang pekerja bangunan di Ningbo, Tiongkok, yang terkubur hidup-hidup selama 2 jam akhirnya berhasil diselamatkan. Selama 2 jam itu dia bertahan hidup dengan bermeditasi menenangkan pikiran dan mengatur pernafasan

Wang Jianxin, 52, seharusnya telah tewas dalam waktu 5 menit setelah terkubur 2 meter di bawah tanah. Memanfaatkan sedikit kantung udara di depan wajahnya (di bagian bawah ujung depan helm), dia bermeditasi mengatur pernafasannya hingga regu penyelamat menggalinya keluar.

Seorang dokter di Ningbo, sebuah kota di sebelah Timur Tiongkok, mengatakan, “Ini adalah keajaiban.” Pada tanggal 3 Maret itu, sekitar pukul 4 sore, Wang dan 4-5 rekan kerja sedang menggali lubang sedalam 4-5 meter di lokasi proyek. Saat galian mencapai kedalaman sekitar 2 meter, akibat imbas getaran hentakan tiang pancang, dinding tanah lubang galian di belakang Wang runtuh menimpa dan menguburnya hidup-hidup.

Para rekan kerjanya dan 11 orang petugas pemadam kebakaran segera melakukan aksi penyelamatan dengan membagi diri dalam 2 regu. Pada awalnya mereka menggunakan buldoser untuk menggali reruntuhan tanah. Khawatir buldoser dapat mencelakai Wang, penggalian kemudian dilanjutkan dengan menggunakan sekop. Salah seorang anggota regu penolong mengatakan, “Ketika posisi semakin dalam, kami menggali dengan tangan sebab khawatir jika menggunakan sekop akan melukainya. Kami juga harus menahan tanahnya dengan pagar agar tidak runtuh lagi.”

Pukul 18:10 Wang berhasil diselamatkan.
Tertolongnya Wang dari bencana ini tidak lepas dari 3 hal. Berdasarkan urutannya, hal pertama yang menyelamatkannya adalah helm yang dikenakannya yang memberinya sedikit rongga udara, yang kedua adalah meditasi yang dilakukannya, dan yang terakhir adalah ketangkasan regu penyelamat.

Tanpa helm yang dikenakannya, Wang takkan dapat bertahan lebih dari 5 menit. Tanpa ketangkasan regu penyelamat, kondisi fisik Wang juga takkan mungkin dapat bertahan lebih lama. Namun yang tak kalah pentingnya, tanpa meditasi yang dilakukannya, dapat dipastikan 2 jam kemudian yang berhasil diangkat keluar oleh regu penyelamat hanyalah jenazah Wang.

Kesimpulan di atas dapat kita ambil dari penuturan Wang dan rekan-rekan kerjanya. Seorang rekan kerja Wang menuturkan, “Pada awalnya (selama berlangsungnya proses penyelamatan), suaranya terdengar lantang, namun akhirnya menjadi kecil seperti suara nyamuk.”

Yang paling menarik adalah penuturan Wang, sebuah penuturan yang melukiskan perjuangan antara hidup dan mati selama 2 jam. “Saya tahu udara itu tidak akan bertahan lama, maka saya berusaha menenangkan diri dan melakukan meditasi berkonsentrasi pada pernafasan.”

“Sangat hening dan sunyi di bawah sana. Saya heran betapa mudahnya memusatkan pikiran dan mencapai ketenangan batin, walaupun saya tahu sedang menghadapi kematian. Kemudian keadaan berubah menjadi panas dan mencekik. Saya berpikir bahwa saya tidak akan mungkin kembali ke permukaan bumi dengan selamat. Lalu saya mendengar suara orang dan penggalian, dan tiba-tiba saya dapat melihat kembali. Kejadian itu adalah 2 jam terpanjang dalam hidup saya.”

Sungguh indah dan menawan Dharma yang dibabarkan oleh Buddha. Indah karena melampaui segala ajaran yang ada, menawan karena dapat membawa pada kebahagiaan duniawi dan Nirvana. Demikianlah meditasi yang diajarkan Buddha, selain membawa kita pada pemahaman pencerahan, pun memiliki banyak manfaat duniawi bagi kita, satu manfaat di antaranya telah kita simak dari kasus Wang di atas.*




Sumber : facebook.com/ indonesia buddhist society

No comments:

Post a Comment

Post a Comment